Senin, 19 September 2011

0

Berhitung Ala Tsabit

Oleh : Prof. Dr. Ing. Fahmi Amhar

Ramadhan adalah bulan yang tepat untuk berhitung. Para penganut hisab untuk penentuan awal bulan jelas harus bisa menghitung, meski penulis pernah mendengar dari seorang tokoh ormas penganut hisab tersebut, bahwa di ormas itu pelatihan hisab terakhir sudah 33 tahun yang lalu. Artinya, sebenarnya sebagian besar sudah tidak bisa mempraktikkan hitungan astronomi.

Namun para penganut rukyat pun juga harus bisa menghitung. Karena tanggal berapa mereka merukyat toh ditentukan dengan kalender yang dihitung. Celakanya, di dunia ini ada banyak versi kalender. Meski metode hitungannya sama, tetapi karena kriteria kalender serta lokasi yang dihitung tidak sama, maka kalender yang dihasilkan berbeda-beda. Perlu otoritas khalifah untuk menyatukan semua perbedaan itu.
Ramadhan juga saat yang tepat untuk menghitung zakat. Sebenarnya zakat dibayarkan sesuai nisab dan haul-nya, yang tidak selalu di bulan Ramadhan. Tetapi mayoritas orang mengambil momentum Ramadhan, biar gampang ingatnya, dan mumpung ada panitianya.
Hitung-menghitung juga terkait dengan amal. Bulan obral ampunan ini adalah saat yang tepat untuk menghitung dosa-dosa. Namanya juga muhasabah, alias menghitung, tentu saja untuk bertobat.

Tapi bicara soal berhitung, pernahkan Anda mendengar "Bilangan Tsabit"? Sedemikian hebatnya karya Tsabit bin Qurrah yang hidup di Baghdad (826 - 901 M) sampai namanya abadi dalam matematika. Dia lahir di Harran, sebuah wilayah Mesopotamia yang sekarang wilayah Turki. Ketika bakatnya dikenali, dia diundang oleh Musa bin Syakir yang merupakan penasihat sains Khalifah untuk melanjutkan studinya di Baitul Hikmah di Baghdad. Kehadiran Tsabit yang notabene seorang Sabiin (penyembah bintang) adalah bukti bahwa Khilafah tidak melakukan diskriminasi di dunia akademis. Dan Tsabit kemudian mempersembahkan karya-karyanya di bidang astronomi, fisika-statika, dan terutama matematika untuk kemuliaan Islam dan kaum Muslimin.

Dalam dunia matematika teori bilangan, "bilangan Tsabit" telah lebih dari 1000 tahun menjadi tantangan para ahli, termasuk ahli komputer saat ini. Bilangan itu adalah 3 kali 2 pangkat n dikurangi 1, di mana n adalah bilangan integer positif.
 3.2n-1 (tiga kali dua pangkat n-1)
Jadi untuk n dari 0 sampai 4, bilangan Tsabitnya adalah 2, 5, 11, 23, dan 47. Semua bilangan ini ternyata adalah bilangan prima! Tsabit membuatnya sampai 321 bilangan. Panjang bilangan Tsabit ke 321 itu mencapai 97 digit, yang tentu saja sudah terlalu besar dan cukup sulit dihitung dengan alat-alat yang tersedia hingga saat itu. Tapi benarkah bilangan Tsabit itu pasti bilangan prima? Tentu ini lebih sulit lagi untuk membuktikannya. Maka lahirlah sebuah ilmu baru dalam matematika untuk memecahkan bilangan prima. Dewasa ini, teknologi persandian (enkripsi) didasarkan pada perkalian dua bilangan prima yang sangat panjang. Keberhasilan memecah sandi itu tergantung oleh seberapa cepat bilangan prima itu dapat dihitung. Sebuah jasa yang luar biasa dari Tsabit bin Qurrah.

Berabad-abad para ahli matematika, dan setengah abad terakhir ini para ahli komputer mencoba membuktikan keprimaan setiap bilangan Tsabit. Pada April 2008 dengan teknologi distributed-computing dalam sebuah proyek bernama "321-search", bisa diverifikasi keprimaan bilangan Tsabit hingga n = 4235414. Panjang bilangan itu mencapai 1274988 digits. Seperti dipublikasikan di On-Line Encyclopedia of Integer Sequences (OEIS) sequence A002235, nilai n yang memberikan bilangan prima dari bilangan Tsabit adalah

0,1, 2, 3, 4, 6, 7,11,18, 34, 38, 43, 55, 64, 76, 94, 103,143, 206, 216, 306, 324, 391, 458, 470, 827, 1274, 3276, 4204, 5134, 7559, 12676, 14898, 18123, 18819, 25690, 26459, 41628, 51387, 71783, 80330, 85687, 88171, 97063, 123630, 155930, 164987, 234760, 414840, 584995, 702038, 727699, 992700, 1201046, 1232255, 2312734,3136255,4235414

sequence A002235 in OEIS

Tetapi prestasi Tsabit bin Qurrah masih banyak lagi. Dia mengamati dan lalu menghitung panjang tahun sideris, yaitu perputaran bumi mengelilingi matahari tepat 365 hari, 6 jam, 9 menit dan 12 detik (hanya berbeda 2 detik dari yang kita pakai di zaman modern).

Dia juga menekuni persoalan permainan catur. Kalau sekarang ini ada software komputer permainan catur yang bisa mengalahkan manusia, maka itu berkat jasa Tsabit bin Qurrah yang mula-mula memikirkan bagaimana memenangkan permainan catur secara matematis melalui solusi problema independensi, dominasi, dan permutasi. Lahirlah sebuah cabang baru matematika yang disebut "recreational mathematics”.

Rabu, 24 Agustus 2011

0

Teman Bertanduk Merah

     Di dalam diriku ada sesosok makhluk yang berdiam diri. Dia gemar meniupkan terompet besar di telingaku sampai hampir putus gendangnya. Dia juga suka melompat – lompat di dalam jantungku, sampai jantungku jadi blood shake. Dia juga gemar menggerutu di otakku, sampai aku tak mampu bermimpi indah tiap malam karena otakku ricuh denga gerutuannya. Selalu begitu.

                                                                 ***


Dia yang kupangil Si tanduk merah. Matanya yang bulat merekah. Tubuhnya yang besar gagah. Lalu jubahnya yang putih. Dan tak lupa tanduknya yang kokoh berwarna merah membara. Semua itu memberikan pesona tersendiri di hatiku. 

Dia ada dalam aku, agar aku jadi dia. Hal itu kusadari ketika suatu hari aku sedang murung dan memintanya meninggalkanku. Tapi, tentu saja dia menolak.

“Kamu bisa ninggalin aku gak?, Pusing tau hari ini!” Bentakku.
“Semudah itu mengusirku?, tidak mau!”



Aku benar – benar marah hari itu. Tapi dia lebih marah lagi. Dia merayap di dinding kamarku, lalu menyemburkan api. Panasnya bukan main sampai membakar hati. Aku tak berdaya untuk melawan walau hanya satu kata. Mungkin, “Cukup!”, atau “Berhenti!”, atau juga “Enyahlah!”. Tapi tak ada yang keluar satu pun dari mereka. Apalagi saat Si tanduk merah itu mengibarkan jubah putihnya yang mulai jadi abu – abu. Asap besar mengepul di sekujur tubuhnya. Dari mulutnya masih terlihat percikan api – api ganas tadi. Kepalanya merunduk, dan matanya melirik tajam ke depan, tepat di mataku. Lalu tiba – tiba dia lenyap dalam kepulan asap. Bukan lenyap hilang di telan bumi, atau langit, atau matahari. Dia hanya meloncat bebas di kepalaku. Lalu berdiam diri di sana untuk sementara waktu.

Setiap hari nyeri sekali di kepala. Dia menggerutu tak lihat waktu. Setiap hari, setiap jam, tiap detik. Aku sudah melahap berbagai macam obat. Mulai dari Oskadon sampai puder 38. Tapi nyeri di kepala itu tak hilang, karena suara gerutunya tak pernah hilang juga. 

“Tak ada yang mau berteman denganmu, kamu sadar?” Katanya dengan suara terpatah – patah.
“Siapa bilang?” Jawabku sambil mencoba mencari dia di bagian kepala yang mana.
“Lihatlah, mereka bermain, belajar, berdiskusi bersama. Lalu kamu?”
“Salahkah, jika aku hanya berdiam diri di bangku paling belakang ini?”
“Hahaha, mereka membuangmu bagaikan sampah. Sadarlah, kamu tidak akan pernah dianggap sebagai teman!” Tawanya meledekku.
“....”
“Ayolah, ikuti aku. Aku itu sempurna dan bisa jadi teman bermain yang membuatmu senang.” Rayunya menggema dalam kepala.

Otakku sesak dengan perkataannya. Setiap hari selalu terngiang, ngiang, ngiang. Rayuan gombalnya itu yang justru membuatnya seindah bunga mawar. Dalam sadar atau tak sadar, aku mengikuti apa yang ia katakan dengan mulus. Seperti hatiku ini besi lalu miliknya magnet, selalu tarik menarik.

***

Sebenarnya, aku tak menyukainya. Sedangkan dia tak menyukaiku. Dia tak menyukai apa yang aku suka, dan menyukai apa yang tidak aku sukai. Dia meremukkan jari – jariku ketika aku memasukkan uang receh ke dalam kotak amal, dan meraung – raung seperti singa saat aku mengembalikan bolpoin temanku yang terjatuh di pojok pintu. Tapi dia tertawa terbahak – bahak ketika melihatku menyembunyikan sandal temanku saat mengaji. Atau juga saat aku menuruti saran – sarannya. Salah satu sarannya yang paling kuingat dan paling bagus, saat suatu pagi di sekolah. Satu jam penuh aku diceramahi guru BK soal seragamku yang kusut, amburadul dan gak karuan. Pada siangnya, guru BK yang sudah keriput itu lemas terkulai setelah muntah habis – habisan di kamar mandi. Tiga ekor cicak gemuk berenang bebas di dalam gelas besar berisi teh manis di mejanya. Tak seorang pun mencurigaiku. 

Aku sadar semua yang kulakukan parah binti sadis. Tapi entah mengapa kunikmati saja. Bahkan kubiarkan mengalir deras seperti air bah dari puncak gunung di musim hujan. Seperti ocehan burung – burung di depan rumah saat pagi cerah. Juga layaknya kegelapan saat malam. Aku benar – benar seperti manusia tanpa hati tanpa rasa. Terhipnotis oleh Si tanduk merah itu. 

Semakin hari, semakin menjadi – jadi. Dia makin seenaknya menyuruhku tentang ini itu, tentang semua yang tak kusukai dan semua yang dia sukai. Hampir setiap kali aku marah, tapi dia murka. Lagi – lagi mulutnya berkata apa yang tak ingin kudengar. Tentang teman, tentang aku yang diasingkan. Lalu ia membujukku dengan perkataannya yang sok romantis lagi. Aku luluh. Dan ujung – ujungnya dia membuatku gila akan perintah – perintahnya yang kurasa tak berperikemanusiaan. Tapi mengapa masih juga kujalankan?

***

Tak ada alasan yang spesial layaknya nasi goreng. Dia menjadi satu –satunya teman ketika aku sendiri. Walaupun dia hanya sesosok makhluk bertanduk merah, kehadirannya cukup meramaikan hidupku yang haus akan unsur – unsur keceriaan. Haus akan seorang papa berdasi yang pulang pergi saat matahari terbit sampai terbenam. Haus akan seorang mama berhak tinggi yang beramai – ramai menyetor duit di mal – mal dengan mama – mama berhak tinggi lainnya. Sedangkan mereka tak haus dengan seorang putri yang hanya duduk termenung sendiri, di kelas atau kadang di dalam kamar mandi. 

Sebagai teman tuggal setunggal – tunggalnya, dia termasuk baik, hanya saja bila aku menuruti apa yang dia sukai. Kadang – kadang muak juga bila harus menuruti rencana – rencananya. Kecuali saat aku nakal dengan guru BK tua bangka itu. Benar – benar puas rasanya. 

TO BE CONTINUED ...

















0

Tausiah Ramadhan "Membeli Kesuksesan dengan Sedekah"

Oleh: ust Yusuf Mansur

“Mengapa seseorang selalu merasa kurang secara penghasilan? Mungkin karena ia kurang sedekah!” buka Ustadz Yusuf Mansur malam itu. Beliau melirik sekelilingnya. Wajah-wajah muda, dengan tatapan penuh semangat tengah duduk mengelilinginya. Banyak orang yang memiliki penghasilan besar, namun selalu merasa tidak cukup. Bahkan tidak jarang pengeluaran mereka lebih besar dari penghasilan yang didapat. Mungkin diri kita pernah merasakan demikian. Maka instropeksilah, mungkin sedekah yang kita keluarkan terlalu sedikit, sehingga berkah yang Allah berikan juga sekedarnya. Padahal dalam surat Al An’am ayat 160, Allah sudah janji akan melipatgandakan pahala sampai 10 kali lipat bagi mereka yang berbuat kebaikan. Jadi sebetulnya kita tak perlu ragu untuk menyisihkan penghasilan bagi mereka yang membutuhkan. 1 – 1 = 10, itulah ilmu sedekah.

Banyak kejadian dibalik fenomena keajaiban sedekah.

Dalam kesempatan tersebut, Ustad Yusuf memaparkan beberapa kisah yang Insya Allah mampu meningkatkan keyakinan kita, bahwa Allah pasti akan melipatgandakan pahala-Nya, bila kita sedekah. Contohlah sebuah kisah tentang seorang supir yang mengeluh karena gajinya terlalu kecil.

“Supir ini datang ke Klinik Spiritual dan Konseling Wisata Hati. Dia bilang gajinya cuma 800 ribu, padahal anaknya lima! Ia ingin gajinya jadi 1,5 juta!” ujar Ustad Yusuf sambil duduk bersila di permadani.

Dengan bijak, Ustad Yusuf mengajak supir itu mensyukuri terlebih dahulu apa yang telah didapatkannya selama ini. Kemudian ia menunjukkan surat Al An’am 160 dan surat 65 ayat 7, mengenai anjuran bagi yang kaya untuk membagi kekayaannya dan yang mampu membagi kemampuannya.

Supir itu lantas bertanya,”Kapan ayat-ayat itu dibaca dan berapa kali, Ustad?” “Nah, inilah kelemahan orang kita,” potong Ustad Yusuf sejenak, “Qur’an hanya untuk dibaca!”


Agak kesal dengan pertanyaan sang supir, Ustad Yusuf menyuruhnya segera berdiri. Kemudian ia bertanya, ”Maaf… boleh saya tanya pertanyaan yang sifatnya pribadi? ”Supir itu mengangguk. “Nggak bakal tersinggung?” Kembali supir itu mengangguk. “Bawa duit berapa di dompet?” desak Ustad Yusuf. Supir itu mengeluarkan uangnya dalam dompet, jumlahnya seratus ribu rupiah. Langsung Ustad Yusuf mengambilnya. “Nah, uang ini akan saya sedekahkan, ikhlas?”

Supir itu menggaruk-garukkan kepalanya, namun sejurus kemudian mengangguk dengan terpaksa. “Dalam tujuh hari kerja, akan ada balasan dari Allah!” “Kalau nggak, Ustad?” “Uangnya saya kembaliin!”

Mulailah sejak itu ia menghitung hari. Hari pertama tidak ada apa-apa, demikian pula hari kedua, bahkan pada hari ketiga uangnya hilang sejumlah 25 ribu rupiah. Rupanya ketika ditanya Ustad Yusuf tempo hari, sebenarnya ia bawa uang 125 ribu rupiah, namun keselip.

Pada hari keempat supir itu diminta atasannya untuk mengantar ke Jawa Tengah. Selama empat hari empat malam mereka pergi. Begitu kembali, atasannya memberikan sebuah amplop, “Ini hadiah istri kamu yang kesepian di rumah,” begitu katanya.

Ketika amplop itu dibuka, Subhanallah…. Jumlahnya 1,5 juta rupiah. Para dai muda yang menyimak cerita itu terkagum-kagum.

Kemudian ustad Yusuf bertanya, “Siapa yang belum nikah?” serentak hampir semua peserta mengacungkan tangan dengan semangat, seraya bergurau. “Nah, selain untuk memanjangkan umur, mengangkat permasalahan, sedekah juga mampu membuat orang yang belum kawin jadi kawin, dan yang udah kawin…” “Kawin lagi???” jawab beberapa peserta, kompak! Ustad Yusuf tertawa, “Yang udah kawin… makin sayang…”

Lalu mengalunlah sebuah cerita lain. Ada seorang wanita berusia 37 tahun yang belum menikah mengikuti seminarnya. Setelah mendengarkan faedah sedekah, wanita itu lantas pergi ke masjid terdekat dari rumahnya dan bertanya pada penjaga masjid itu, “Maaf, Pak… kira-kira masjid ini butuh apa? Barangkali saya bisa bantu…” “Oh, kebetulan. Kami sedang melelang lantai keramik masjid. Semeternya 150 ribu…” Wanita itu menarik sejumlah uang dari sakunya, yang berjumlah 600ribu. Tanpa pikir panjang ia membeli empat meter persegi lantai tersebut,”Mudah-mudahan hajat saya terkabul…” harapnya.

Subhanallah… Allah menunjukkan keagungan-Nya. Minggu itu juga datang empat orang melamarnya! “Itulah sedekah!”

Ustad Yusuf menantang mata peserta,”Sulit akan menjadi mudah, berat menjadi ringan… asal kita sedekah!”

Sebuah kisah unik lainnya terjadi. Suatu hari, seorang wartawan mengajak Ustad Yusuf ke Semarang, hanya untuk berpose dengan sebuah mobil Mercedez New Eyes E 200 Compresor baru. Tak ada yang istimewa dengan mobil itu kecuali harganya yang mahal, sekitar 725 juta rupiah, dan… mobil itu milik seorang tukang bubur keliling!

Loh, bagaimana bisa seorang tukang bubur punya mercy? Bisa aja kalau Allah berkehendak. Tukang bubur itu tentunya tak pernah bermimpi bisa memiliki sebuah mobil Mercedez baru. Namun kepeduliannya kepada orang tua, justru membuatnya kejatuhan bulan.

Karena orang tuanya ingin naik haji, tukang bubur itu giat sedekah. Ia sengaja menyediakan kaleng kembalian satu lagi, khusus uang yang ia sedekahkan. Yang kemudian ia tabung di sebuah bank. Ketika tabungannya itu telah mencapai 5 juta, ia mendapatkan satu poin memperebutkan sebuah mobil mercy. Dan si tukang bubur itulah yang memenangkan hadiah mobil tersebut.

Karena tak mampu membayar pajaknya sebesar 25%, seorang ustad bernama Hasan, pemilik Unisula, membantunya. Maka, jadilah mobil itu milik tukang bubur.

Kisah terakhir, tentang hutang 100juta yang lunas hanya dengan sedekah 100 ribu rupiah. Orang ini mendengarkan ceramah seorang ustad yang mengatakan, kalau sedekah itu dapat membeli penyakit, dapat membayar hutang, dan dapat menyelesaikan masalah. Teringat hutangnya sejumlah 100 juta, ia menyedekahkan uang yang ada, sebesar 100 ribu.

Dalam hatinya ia berharap hutangnya dapat cepat lunas. “Dan… Allah mengabulkan doanya secepat kilat. Begitu pulang dari pengajian, saat menyebrang jalan, orang itu tertabrak mobil dan lunaslah hutangnya!” seru Ustad Yusuf berapi-api.

Semua peserta melongo kemudian tertawa. Hampir semua menebak orang itu meninggal, sehingga si pemilik piutang mengikhlaskan hutangnya.

“Nggak!” koreksi Ustad Yusuf cepat, “Dia cuma pingsan. Kebetulan yang nabrak orang kaya. Selain dibawa ke rumah sakit, dia juga melunasi hutangnya!”

Itulah… Allah punya cara tersendiri untuk menolong hamba-Nya.

“Ikutilah orang karena dia benar, jangan ikuti kebenaran karena orang. Kenalilah kebenaran maka kita akan tahu siapa yang benar”

Quotes Of The Day :
Orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, kemudian mereka tidak mengiringi apa yang dinafkahkannya itu dengan menyebut-nyebut pemberiannya dan dengan tidak menyakiti (perasaan si penerima), mereka memperoleh pahala di sisi Tuhan mereka. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.(Al Baqarah : 262)

Selamat menjalani Ibadah Puasa,semoga semua ibadah diterima Allah Swt.


0

Laptop Baruku Kejambret !

Iseng buka blog lama, eh nemu postinganku yang nyeritain peristiwa kejambretan. hihihihi emang unforgetable banget deh kejadian itu. Bahkan sampai sekarang rasanya masih trauma kalo lagi naik motor dan ada orang tak dikenal di belakangku, dan juga parno misalkan ninggalin laptop di kost dalam keadaan sepi gitu >.< Kalo aja waktu itu aku berhasil nangkep tuh jambret, pengen aku giniin
Tapi makasih deh buat si aa' jambret, udah ngajarin aku buat lebih berhati-hati lagi!
#ambilhikmah

Jadi seperti ini ceritanya....
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Minggu, 22 November ’09


Pagi jm 06.00 aku brangkat menuju gasibu ma mb’ Mpus (penghuni kamar sebelah di kost). Pulang dari sana jam 10.00. Rencana mau ke BEC jam 11.00, tapi tak disangka ujan mengguyur bandung dan sekitarnya. Menunggu dan menunggu hingga jam 17.00 Truz tancap gas menuju BEC bersama Ony, Adit, & Mpus. Sampai di sana memilih dan memilih hingga akhirnya aku menemukan 1 pilihan. Uda aku bayar, dan selesai di install jam 21.00. Lalu pulang dengan perasaan gembira cz uda dapet laptop baru. 

Tapi sampai di Jalan Sumatera tiba-tiba aku merasa motorku oleng dan Mpus berteriak “COPEEEEEEEEEEEEEEEEEETTTTTTTTTTTTTTTTT”. Aku kaget banget dan gak kuat mikir laptopku melayang bersama sang copet ba****an itu. Tak henti-hentinya aq berteriak "copettttttttttt….. jambrettttttttttt". Ony dan Adit yang ada di depanku menoleh ke belakang dan mulai tancap gas mengikutiku mengejar jambret itu. Aq tarik gas Mio-ku puolllllll dengan keadaan gemeteran seperti dikejar setan sampai motor tua Mbah Do yang dikendarai Adit dan Ony aku salip juga. (*gini2 aq mantan pembalap jalanan :D )

Balapan pun dimulai Megapro(*jambret), Suzuki Satria F (*jambret) VS Mio(*aq) & Shogun(*adit). Sampai perempatan jambret itu belok kiri tapi mulai di situ pandanganku mulai hilang. Tapi aku lihat di depan ada mobil dengan lampu biru berkelap-kelip, aq pun memepetnya dari kiri, ya itu mobil patroli polisi. Eh pak polisinya malah lemot bukannya buru-buru ngejar tuh jamret malah tanya ini itu yang gak penting… lalu aku dibawa ke kantor polisi. ditanya ini itu sampai jm 00.00.

Oh No……. laptop itu belum sampai aq pakai tapi uda diambil secara paksa ama si jambret itu. Mama papa maafin aq…. Tpi mama papaku baik buangeeeeet ! 2 hari berselang, aku dibeliin laptop baru dengan seri yng sama. Tapi 1 tahun kemudian laptopku juga rusak lagi. LEDnya pecah. Seperti ini penampakannya :

Hari pertama
semakin parah
woow udah gak kelihatan apa-apa
udah bener-bener suram !

PESAN untuk pembaca:
  1. Kalau beli laltop jangan malam-malam dan sebaiknya ajak cowok.
  2. Jaga laptop anda sebaik-baiknya sebelum copet yang menjaganya 
  3. Jaga LED laptop anda sebik-baiknya, jangan sampai pecah, lumayan juga harga gantinya tuh, 3jutaan men!


Senin, 22 Agustus 2011

0

Cara Mudah & Murah Berantas Nyamuk

Nyamuk cukup mengganggu dan sangat berbahaya sebagai penyebar berbagai penyakit
mematikan. Cairan pembunuh serangga di pasaran kurang efisien dan bahkan membawa dampak
sampingan yang serius.

Berikut ini cara MUDAH dan MURAH yang bisa dicoba. Cocok untuk segala kondisi pemukiman,
sekolah, rumahsakit, dll. Sangat KREATIF bila dikenalkan pada para siswa sekolah untuk dicoba di
sekolah dan di rumah masing-masing.

Yang dibutuhkan:
  • 200 ml air,
  • 50 gram gula merah,
  • 1 gram ragi (beli di toko makanan kesehatan)
  • botol plastik 1,5 liter

Langkah-langkah Pembuatan :


1. Potong botol plastik di tengah. Simpan bagian atas/mulut botol.

 


2.Campur gula merah dengan air panas. Biarkan hingga dingin dan kemudian tuangkan di separuh bagian potongan bawah botol.


 3. Tambahkan ragi. Tidak perlu diaduk. Ini akan menghasilkan karbon-dioksida.


4. Pasang/Masukkan potongan botol bagian atas dengan posisi terbalik seperti corong.


5. Bungkus botol dengan sesuatu yang hitam, kecuali bagian atas, dan diletakkan di beberapa sudut rumah Anda.
   


Dalam dua minggu, Anda akan melihat jumlah nyamuk yang mati di dalam botol.
Selain membersihkan habitat mereka, tempat berkembang biak nyamuk, kita dapat menggunakan
metode ini sangat berguna di sekolah-sekolah, TK, rumah sakit dan rumah.

Semoga bermanfaat





Minggu, 21 Agustus 2011

0

Hurt Poetry ~

11 months ago
when I met you
felt so close
you looks so lovely
thought that
we could be
together
never thought
we’ll lose each other


10 months ago
you said
we’re different
thought that
you have another way


this month
you find someone new


thanks for all


thanks for this hurt, too :)

April 30th, 2011
----------------------------

puisi ini tak sengaja ku temukan di blognya, temanku.
Timbul pertanyaan di benakku. “You”. Who is that?


Clue pertama, tulisan ini diposting pada tanggal 30 April, 2011. Let see “this month you find someone new”. Ini kan bulan waktu aku jadian sama pacarku yang sekaligus mantan pacarnya.

Clue kedua, “10 months ago” itu berarti bulan Juni. Setelah aku tanyakan pada sumber terpercaya, ternyata dia putus dengan mantan pacarnya itu bulan Juni.

Dari kedua clue tersebut aku menyimpulkan bahwa “You” yang dia maksud adalah pacarku sekarang. Entah tebakanku benar atau tidak entahlah, tapi aku yakin 90% benar.
Hmmmm kaget juga sih :)
Terutama melihat kata-kata terakhirnya “thanks for this hurt, too

Semua orang pasti punya masa lalu, entah indah atau buruk untuk dikenang.

Dan aku akan belajar dari masa lalu itu, untuk menjadi lebih baik 
AMIN!

Jumat, 19 Agustus 2011

1

If Tomorrow Never Comes

Sometimes late at night
I lie awake and watch her  his sleeping
She's He's lost in peaceful dreams
So I turn out the lights and lay there in the dark
And the thought crosses my mind
If I never wake up in the morning
Would she he ever doubt the way I feel
About her him in my heart

If tomorrow never comes
Will she he know how much I loved her him
Did I try in every way to show her him every day
That she's he's my only one
And if my time on earth were through
And she he must face the world without me
Is the love I gave her him in the past
Gonna be enough to last
If tomorrow never comes

'Cause I've lost loved ones in my life
Who never knew how much I loved them
Now I live with the regret
That my true feelings for them never were revealed
So I made a promise to myself
To say each day how much she he means to me
And avoid that circumstance
Where there's no second chance to tell her him how I feel

If tomorrow never comes
Will she he know how much I loved her him
Did I try in every way to show her him every day
That she's he's my only one
And if my time on earth were through
And she he must face the world without me
Is the love I gave her him in the past
Gonna be enough to last
If tomorrow never comes

So tell that someone that you love
Just what you're thinking of
If tomorrow never comes

============================================================
merinding sekali rasanya mengingat lirik lagu ini saat melihatnya tidur, tak bisa kubayangkan apabila hal itu terjadi, aku belum siap untuk itu "if tomorrow never comes"

Rabu, 17 Agustus 2011

0

Kau berada dimana, Blacky? :(

Aku tu heran ya sama diriku sendiri, masa iya hampir di setiap tidurku aku tu mimpi. Ad-ada aja pula mimpinya. Baik tentang hal yang aku pikirkan sebelum tidur *wajar sih kalo sampe kebawa mimpi getoo, maupun hal-hal yang gak sedikitpun aku pikirkan. Nah, ngomong-ngomong soal mimpi nie ya... aku sedih kalo inget mimpiku semalem. It's about Blacky, my dog.

Di situ aku melihat Blacky sedang di belakang rumahku yang lama, lalu datang seorang lelaki setengah tua dan menusuk perutnya pake bambu atau kayu gitu *kurang jelas . Tapi dengan keadaan tertusuk seperti itu dia masih berusaha buat bangun dan balik ke rumah. Itu aja sie yang aku inget. Bukan cuma aku aja yang mimpi Blacky, Frengky (karyawanku) yang biasa ngurus dia juga mimpi Black balik ke kebun. Banyak juga yang mimpin si Black. Ngangenin sih emang :(


Sebenernya aku tu juga kurang suka sama anjing, cenderung takut kalo digigit dan takut kena liurnya jadi  najis deh. Tapiiii sejak ada maling masuk kebunku dan nyuri bunga yang waktu itu sedang booming sebut saja anthurium, papa memutuskan buat melihara anjing buat jaga kebun. Penjaga malam sih ada, tapi ya gitu kerjaannya tidur mulu, Awalnya sih aku takut dan gak suka sama Black, tapi kelamaan enggak. Soalnya dia gak galak sih. Dia cuma ngeluarin naluri ke-anjing-annya di saat tertentu aja. Misalnya nih pas tengah malem ada orang asing yang masuk kebun, pasti deh langsung menggonggong gak diem-diem.

Dia itu setia sama yang punya. Kebiasaannya nih, kalo orang serumah pergi otomatis langsung duduk di samping pagar rumah ato di depan rumah, dan gak pergi-pergi sampe yang punya rumah dateng. Penjaga malamku kalah banget deh pokoknya, kalo yang punya rumah pergi ya malah kesempatan buat sante-sante *namanya juga manusia :D Meskipun siang hari si Black gak pernah dirantai, dan bagusnya meskipun banyak orang seliweran di kebun juga gak diikutin atau menggonggong *dia mungkin tau kali ya kalo ini saatnya juragannya buat cari uang ^_^

Brownies, itu kesukaannya :( hampir tiap aku balik dari Bandung pasti aku bawa brownies dan aku sisain buat Blacky. Lucu pisan kalo liat dia makan brownies euy... Pulang dong Black,,, ini lho di rumah ada brownies 2 pack. Kasihan juga tuh anak-anakmu Black *sebulan yag lalu abis nglahirin 10 puppies dia. Lucu-lucu sih... Tapi selucu-lucunya anjing juga gak bakal berani pegang aku mah 


we miss you
come back please


My sista with Blacky
after jogging

Selasa, 16 Agustus 2011

1

Semester 5 ? Bismillah :)


Hari ini, 15 Agustus 2011 registrasi mata kuliah semester 5 sudah dibuka sampai satu minggu ke depan ini. Hehehe tapi hari ini aku bangun kesiangan, gak sahur juga. Padahal sih harusnya aku bangunin pacarku buat sahur juga, maaf sayang ^_^ gila aja nih baru hari pertama web registrasi bisa diakses, masa jam 9 aku buka udah maintenance mulu deh. Server down gara-gara ribuan umat berebut mengaksesnya supaya gak kehabisan kelas. Dari pagi sampai hamper jam 12.00 aku masih duduk di depan laptop sampai-sampai belum sempat mandi hehe… just refresh refresh and refresh :D no hope banget dah! #ngekngok nah lo gimana gak emosi coba? :D masalahnya gak cuma itu men.
Pertama, semester ini gak seperti semester-semester sebelumnya yang mata kuliahnya udah jelas karena wajib semua. Kali ini harus ambill mata kuliah pilihan. Sedangkan sampai detik-detik registrasi tadi itu aku masih bingung dong mau ambil matkul pilihan apa -___- di penjurusan sih ada RPL (Rekayasa Perangkat Lunak) sama SKJK (Sistem Komputer dan Jaringan Komputer). Kalau RPL banyak mempelajari coding, kalau SKJK belajar jaringan. Kalau aku ambil RPL, aku gak begitu seneng coding, tapi kalau SKJK juga aku belum tau jaringannya tuh yang gimana. Ben lah mumet to kowe? Wkwkwk. Setelah konsultasi sama beberapa orang akhirnya aku milih PSSI (Perancangan Strategis Sistem Informasi). But, masalah belum selesai :D


Kedua, aku masih dihadapkan pada pemilihan jadwal kuliah supaya tidak bentrok, masuk di kelas yang enak, dapet dosen yang enak, dan jadwal kuliahnya juga enak :D hahaha pinginnya apa-apa serba enak deh. Berkali-kali nyoba-nyoba input dan gonta-ganti kelas akhirnya dapet juga deh yang nggak bentrok. Tapi selain gak bentrok aku juga harus milih yang free di hari Sabtu. Kenapa? Biar santai dan ada waktu buat pacarku kalau dia ke Bandung. Soalnya bentar lagi dia udah mulai kerja, pasti sibuk dong dari hari Senin-Jumat, gak bisa santai-santai kayak jaman kuliah dulu. Biar sama-sama enak gitu hihihi maklum long distance harus pinter-pinter bagi waktu :D Biar bisa ngurus yang lain-lain juga sih, olahraga dan juga ngurus bisnis kecil-kecilan gue. 
pilihan pertama
pilihan kedua

Nah lho jadwal yang sebelah atas sih lebih santai sebenernya, tapi oh no! bisa gila itu yang hari Sabtu, masa 6 jam berturut-turut bisa muntah aku lama-lama :)) kalau yang sebelah bawah itu jadwal hari Senin yang bikin eneg! Tapi gpp sih better. Seenggaknya bisa istirahat hari Jumat, Sabtu, Minggu. Setelah konsultasi sama mas Aji dan temen-temen aku pilih jadwal yang sebelah bawah. 
Bismillah, semoga semester ini lebih barokah ilmu yang aku dapet, dan aku bisa kuliah lebih serius. Kemaren yang udah ya biarin, kita perbaiki mulai sekarang. Inget kata papa mama nab! “kamu itu sebenernya pinter, masa kerjaannya cuma kuliah doang gak bisa dapet nilai bagus? Rugi dong ya!”
tapi Alhamdulillah sie semester kemaren seenggaknya ada sedikit peningkatan. Inget juga cerita mas Aji soal yang dia awalnya juga merasa salah jurusan itu, tapi liat sendiri kan dia bisa menyelesaikannya dengan baik (oh ya hari ini laporan PKL dia udah ditandatangani sama dosen penilai, akhirnya selesai juga, selamat ya sayang aku ikut bahagia kok ^_^). Aku juga harus bisa jadi orang hebat dan berprestasi seperti mereka: papa, mama, mas Aji (pacarku), Berli
(adikku yang punya segudang prestasi).
Aku Pasti Bisa :) terimakasih untuk kalian yang selalu mendoakan dan men-support aku :)
   



Minggu, 31 Juli 2011

0

3rd Month

21 Juli 2011, tepat 3 bulan aku jadian sama mas Aji. Mungkin bagi sebagian orang ini baru waktu yang sebentar. Tapi buat aku bisa bertahan sampai 3 bulan ini bukan waktu yang sebentar. Masih saja teringat di benakku bagaimana dia dulu akhirnya memintaku untuk jadi pacarnya, bagaimana cara dia bilang “beri aku kesempatan buat bisa belajar menyayangimu”. Waktu yang aku tunggu-tunggu setelah 7 bulan aku dekat dengannya. Aku tau ini bukanlah dari akhir, tapi baru sebuah permulaan.

Sejauh ini aku merasa hubungan kita semakin baik, aku tidak bosan mendengarkan suaranya meskipun setiap hari pasti telfon, chatting, bahkan bertatap muka jarak jauh by Skype. Hehe mau gimana lagi, tak apa lah jarak memisahkan asal jauh di mata dekat di hati. Dia begitu pandai meng-handle keadaan sehingga tidak monoton. Salah satunya dengan kejutan-kejutan yang sering dia buat dan tidak bisa terbaca olehku yang akhirnya membuatku speechless :)

Malam itu, Rabu 20 Juli 2011 seperti biasa sepulang aku dari kantor kita Skype-an. Benar-benar kangen berat yang aku rasakan saat itu, sebulan lebih belum ketemu. Tenang rasanya melihat senyumnya, tapi tiba-tiba dia bilang “udah dulu ya sayang aku mau keluar sama temen-temen, udah ditungguin nie”. Gimana aku gak sakit hati coba, mending kalo mau keluar ya gak usah Skype-an tadi kalo nanggung gini. Aku bilang “enggak”. Tapi dia tetep aja kekeuh pengen pergi. Ya udah mau gimana lagi? Di akhir percakapan itu dia melambaikan tangan sambil senyum dan menulis “bye sayang, sampai ketemu besok pagi, assalamualaikum”. Selesai itu aku langsung tidur, dengan keadaan masih kesal.


Keesokan harinya, aku bangun kesiangan hampir jam 06.00. walaupun begitu masih aku sempatkan telfon dia, seperti biasanya setiap pagi aku bangunin dia buat sholat subuh. Tapi pagi itu  telfonku di-reject!   Bagaimana tidak kesal coba? Setelah itu dia sms, katanya “maaf tadi aku masih ngantuk banget”. Pikirku, “enak aja kamu bilang gitu, ngantuk juga semalem abis maen sama temen-temenmu, aku aja udah bangun kesiangan masih sempet2in bangunin kamu kok malah responnya kayak gitu to mas!” Jadi gak semangat ke kantor pagi itu.

Pagi ini jadwal kegiatan geladiku adalah kumpul bersama semua peserta geladi yang ditempatkan di bagian divisi akses semarang, di kantor DIVA Singotoro, kegiatan rutin setiap hari kamis. Pas di kantor aku tanya ke Bayu “Bay, iki tanggal piro?”. Dia jawab “21 Bar, ono opo?”. Aku jawab “gpp Bay, kiain isih tanggal belasan”. Sumpah aku lupa banget kalo ini tanggal 21. Padahal kemaren2 inget “wah bentar lagi aku 3 bulanan sama mas Aji”. Inget ini tanggal 21 aku malah sedih, pagi tadi sikapnya kayak gitu :-( Biasanya sih selesai dari Singotoro, aku dan 4 teman sekantorQ balik lagi ke Johar melanjutkan pekerjaan. Tapi waktu itu, jam 14.00 kita masih di Singotoro, anak-anak pada ngajak main ke Pantai Marina. Ya udah aku ijin dulu ke mas Aji. Awalnya dia tetep gak ngebolehin. 

Bara : “mas pulang ini aku mau main sama anak-anak ya...”
Aji : “maen kmn?”
Bara : “belum tau nih,,, pokoknya maen, boleh kan?”
Aji : “nggak, aku nggak ngebolehin km jalan siang ini. Dikantor aja ato d kos lbh baek.”
Bara : “knp gak boleh sih? Kamu aja semalem main sama temenmu aku ngebolehin.”
Aji : “dek...kpn si aku pernah nglarang km buat jalan sama tmn km? Kali ini aja please... ne aku udah OL kok.”
Bara : “aku kan nebeng Bayu mas,,, please jangan egois dong,,,”
Aji : “y uah blk sendiri, ato minta anter. Lha Tate kemana kok km sama Bayu?”
Bara : “Tate ya sama aku juga, kalo pergi 1 ya pergi semua, kalo gak ikut 1 ya gak ikut semua.”
Aji : “ehm... y udah, jgn capek n panas2an. Pake jaket jgn lupa.ati2.”
Bara : “iya mas, kamu aja boleh main sama temen2mu kok, ini juga gak lama kok, jam 3an udah balik paling.”
Aji : “beda donk dek. Tp y udah deh...yg pentng ati2, jgn capek n jam dah blk”
Bara : “apanya yang beda?”
Aji : “Pokoknya beda, ntar mlm aku jelasin k km sejelas2nya, tp aku minta km jgn capek biar bisa dengerin semua penjelasanku. Oke?”
Bara : “ya udah deh, tapi tar malem aku mau pergi sama Tate (tar malem Tate ngajakin nonton futsal)”
Aji : “y udh, ntar mlm abis pergi sama Tate ato sblm pergi.”
Bara : “oke...”



Percakapan berhenti sampai di sini, aku sama anak2 udah sampai Pantai Marina, ngobrol-ngobrol, main kartu, foto-foto. Jam 4 kami pulang, balik ke kantor lagi. Jam 5 aku pulang seperti biasa naik angkot bareng Nana & Tiara. Tapi waktu itu angkotnya gak lewat-lewat jadi sampai kost agak telat. Si Tate udah sms aja “Nab, setengah 7 siap ya... biar gak kemaleman”. Aku balas “oke aku usahain Dit, soalnya tadi angkotnya susah, ini aku baru sampai kost”. Aku langsung mandi sholat dan siap2. Cepet-cepet deh pokoknya. Mas aji sms aku lagi...
Aji : “sayang uda pulang?”
Bara : “udah mas”
Aji : “ oke, jadi pergi sama Tate? Klo jd km nggak usah dandan menor ya, n gag usah pake lipstik/lipgloss, hehe”
Bara : “aduh gak bisa kalo itu, pake lipgloss itu tetep”



Dia udah gak bales lagi,, aku nungguin Tate dateng sambil ngobrol dan liat Tiara & Nana makan di meja makan. Hehe aku gak pernah makan malam. Tiba-tiba Tate sms “Nab, sori gak jadi aku mau futsal e”. Aku kesel sih dapet sms gitu, udah aku bela2in buru2 mandi dan siap2 eh malah ngebatalin janji dadakan gitu. Aku balas “yowis”. Aku bilang sama Nana & Tiara “gak sido lunga aku, Tate meh futsal dewe. Yowis lah meh turu ae aku”. Nana “ya ampun wis dandan rapi-rapi ngene,, mesakke men kw”. Aku mau masuk kamar, eh ada yang manggil dari luar “Naaaab.....”. aku keluar dan ternyata si Tate. 


Aku buka pintu pagar, “lho jarene gak sido?”. Tate bilang “lho jare sopo?”. Aku “lha iki smsmu ngomong gak sido.”. Tate “ora nab, wakijo iku sing sms”. Trus Wakijo ngasih aku bungkusan di dalam plastik. Aku tanya “opo iki mas?”. Dia jawab “iki lho titipan saka mamamu, mbuh op isine,”. Aku bingung “hah? Yo gak mungkin lah mamaku titip barang ning kw, kenal wae ora kok”. Aku masuk kamar nyimpen dulu barang tadi. Naaaah ... pas keluar lagi ada cowok tinggi masuk kost, aku kaget banget ternyata pacarku ^_^ speechless aku peluk dia dan sedikit memukulinya. Aku gak nyangka banget dia datang, padahal kemaren2 dia bilang “maaf ya sayang aku baru bisa ke sana 3 mingguan lagi selesai aku nyelesaiin laporan PKL”. Ya Allah senengnya akuuuu,,, ini yang buat aku makin sayang ke dia 


Gak lama kemudian kita pergi, di jalan dia bilang “Masih perlu penjelasan dari aku gak sayang?” sebenernya aku udah paham kenapa dia gak angkat telfonku tadi pagi, tapi aku mau denger langsung dari mulutnya. “ya masih lah, kalo aku tau ya aku gak tanya”. Dia jawab “ya aku tadi itu sampai semarang jam 6, pas kamu telfon aku tadi itu masih di kereta, trus kenapa aku ga ngebolehin kamu pergi? Itu karena aku gak mau malam ini kamu kecapekan sehingga gak bisa pergi sama aku. Trus kenapa aku aku ke sini hari Kamis? Ini tanggal 21 :) kemaren aku cepet2 ngerjain laporanku biar bisa ke sini hari rabu.” Ya Allah ,,,, sampai segitu perjuangannya. Terima kasih banget sayang,,, Sungguh malam yang indah bersamanya ^_^
Gak semua bisa aku ceritain di sini, tapi semuanya bisa terekam baik di memoriku :)